Anak Jalanan

Standard

Berhubung ane lagi kerja tugas JURNAL teman tentang “ANAK JALANAN” ga’ ada salahnya ane posting ke Blog ane Gann…hehee..:D

Anak jalanan, sepertinya masih menjadi salah satu problem klasik negara-negara berkembang, termasuk di negara kita. Kehadiran mereka di sudut-sudut kota yang pengap dan kumuh bisa jadi sangat erat kaitannya dengan jeratan kemiskinan yang menelikung orang tuanya. Masih jutaan keluarga di negeri ini yang hidup di bawah standar kelayakan. Untuk menyambung hidup, mereka dengan sengaja mempekerjakan anak-anak untuk berkompetisi di tengah pertarungan masyarakat urban yang terkesan liar dan kejam.Kekerasan demi kekerasan seperti mata rantai yang menempa sekaligus menggilas anak-anak miskin hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang terbelah.

Dari sisi latar belakang kehidupan keluarga yang sangat tidak nyaman untuk tumbuh dan berkembang secara wajar, sesungguhnya tak ada tempat untuk menyia-nyiakan anak-anak miskin yang terlunta-lunta hidup di jalanan. Kehadiran mereka justru perlu diberdayakan dengan sentuhan lembut penuh kemanusiawian. Namun, berkembangnya sikap latah dan kemaruk ingin menjadi kaum borjuis dan bergaya hidup feodal secara instan agaknya telah membakar dan menghanguskan nilai-nilai kemanusiawian itu. Alih-alih menyantuni,gaya hidup borjuasi dan

feodalistik itu, disadari atau tidak, justru telah memposisikan anak-anak jalanan makin kehilangan kesejatian dirinya. Kata-kata kasar dan perlakuan tak senonoh sudah menjadi hiasan hidup dalam keseharian anak-anak jalanan. Orang-orang kaya yang seharusnya bisa memberdayakan dan menggerakkan semangat hidup mereka justru makin tenggelam dalam sikap hipokrit, pongah, dan kehilangan kepekaan terhadap nasib sesama.

Kondisi itu diperparah dengan sikap negara yang belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan memadai buat mereka. Melalui tangan-tangan aparatnya, anak-anak jalanan justru digaruk dan dihinakan di atas mobil bak terbuka; diarak dan dipertontonkan kepada publik. Sungguh, sebuah perlakuan purba yang jauh dari nilai-nilai kesantunan masyarakat beradab.

Beginilah potret kehidupan anak-anak yang kesehariannya sudah akrab dijalanan. Dan mungkin kita sudah tidak asing tentang sosok ini, karena disetiap penjuru kota kita dapat dengan mudah menemukan mereka

Lalu apa sebenarnya yang terjadi dengan anak-anak ini? Mereka yang tergolong kecil dan masih dalam tanggung jawab orang tuanya harus berjuang meneruskan hidup sebagai anak jalanan dan terkadang mereka menjadi sasaran tindak dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Langkah-langkah untuk menangani anak jalananpun masih sangat tidak efisien Meski mereka sudah melakukan razia anak jalanan dan di bawa ke pos untuk di karantinakan, tetapi 2 atau 3 hari lagi juga anak jalanan tersebut sudah keluar dari tempat tersebut. Karena dari para orang tua asuh mereka menyogok aparat tersebut dengan uang. Karena, masih banyak para aparat yang masih sering melakukan  hal yang dinamakan KKN ( korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Tidak bisa melihat uang sogokkan yang di berikan, aparat tersebut juga langsung luluh dengan orang yg menyogoknya tersebut. Jadi masih akan tetap ada dan bahkan bertambah tingkat kehidupan anak-anak jalanan.

Inilah yang harus dipikirkan oleh pemimpin Negara bagaimana cara menangani anak jalanan, membuat mereka menjadi anak-anak berpendidikan serta kreatif sehingga dengan sendirinya pasti mereka meninggalkan pekerjaan memulung,mengamen,mengemis,dll. Sesuai dengan Pasal 34 UUD 1945 “Fakir miskin dan Anak terlentar dipelihara oleh negara”. Maka seharusnya Negara yang paling bertanggung jawab dalam menangani anak jalan.

“Wahai Pemimpin Negara, tolonglah mereka,selamatkanlah mereka dari kerasnya kehidupan jalanan”

About these ads

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s